Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

Teori awal masuknya islam ke Indonesia

06:49
Teori awal masuknya islam ke IndonesiaTeori awal masuknya islam ke Indonesia - Agama Islam masuk ke Indonesia atau dulunya disebut wilayah Nusantara adalah melalui jalur laut yang artinya daerah pertama yang mendapatkan dampaknya adalah daerah pesisir baru kemudian dilanjutkan ke daerah pedalaman oleh ulama dan penyebar agama Islam. Kapan masuknya Islam ke Indonesia atau Nusantara ini masih banyak terdapat teori-teori yang berbeda tetapi sama-sama memiliki bukti kuat yang mendukung teori tersebut. Supaya lebih jelas, silahkan kamu simak uraian berikut ini terlebih dahulu.

Ahmad mansur suryanegara dalam bukunya yang berjudul "Menemukan Sejarah", beliau mengatakan bahwa terdapat 3 teori yang menyatakan kapan dan dari mana Islam masuk ke Indonesia. Teori-teori tersebut dinamakan teori Gujarat, Persia dan Mekkah. Ketiga teori tersebut menjelaskan tentang kapan masuknya Islam ke Indonesia, siapa pelakunya dan dari mana masuknya.

Untuk lebih jelasnya, mari kita baca teorinya satu persatu.

Gujarat
Dalam teori Gujarat berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia yakni pada abad ke-13 dan dibawa oleh para ulama dari Gujarat, India. Dasar atau bukti dari teori ini adalah:
  • Hubungan Indonesia dengan India sudah sangat lama terjadi, terutama dalam hubungan dagang.  Melalu jalur Indonesia - Cambay (Gujarat) - Timur tengah - Eropa.
  • Kurangnya fakta yang menyatakan bahwa Islam masuk dari Arab yaitu tempat pusatnya Islam langsung. Makanya beberapa ahli berpendapat Islam di Indonesia masuk dari Gujarat, India.
  • Ditemukannya kesamaan antara batu nisan sultan dari kerajaan Samudra pasai yaitu Sultan Malik Al-saleh 1297 dengan batu nisan yang ada di Gujarat, India.
Pendukung-pendukung teori ini adalah WF stutterreim, Snouck Hugronje dan Bernard HM. Para ahli pendukung teori ini memusatkan perhatian mereka pada saat kesultanan Samudra pasai timbul kekuasaan politik Islam. Hal ini juga diperkuat oleh Marcopolo penjelajah dunia dari Venesia (Italia). Dia mengatakan bahwa pernah singgah di Perlak tahun 1292 dan disana sudah banyak pemeluk agama Islam dan pedagang yang menyebarkan agama Islam yang berasal dari India.

Baca : Teori awal mula masuknya Hindu Budha ke Indonesia

Persia
Teori ini berpendapat bahwa Islam di Indonesia dibawa oleh penyebar agama dari Persia (Iran sekarang). Teori ini diangkat berdasarkan kesamaan upacara keagamaan dengan yang ada di Persia. Seperti..
  • Peringatan hari 10 Muharram atau hari Asyura oleh bangsa Persia dan sama dengan yang ada di Indonesia. Hari asyura adalah hari wafatnya cucu nabi Muhammad yaitu Hassan dan Husein, hari tersebut sangat dijunjung oleh kaum Syiah. Di Sumatra barat upacara ini dinamakan upacara Tabot sedangkan di jawa ditandai dengan pembuatan bubur Syuro.
  • Kesamaan aliran agama yang dianut di Indonesia dan Persia, yakni ajaran sufi yang Syeikh siti jennar dan Syeikh Al-Hallaj dari Persia.
  • Penggunaan sistem bacaan Persia dalam pengejaan tanda dan bunyi-bunyi harakat di Indonesia.
  • Ditemukannya Makam Maulana malik ibrahim pada tahun 1419 tepatnya di Gresik.
Teori ini kurang kuat dibandingkan teori lain. Mari kita simak satu teori lagi.

Mekkah
Teori ini adalah teori yang berpendapat bahwa Islam langsung berasal dari daerah tempatnya lahir yaitu Mekkah. Teori ini mengatakan bahwa Islam berasal dari Mekkah dan dibawa ke Indonesia pada abad ke-7. Dasar dan bukti teori ini adalah...
  • Pada abad ke-7 sudah ditemukannya perkampungan Arab di pantai barat Sumatra. Dengan pertimbangan bahwa orang-orang arab sudah mendirikan kampung di Indonesia dan mulai menyebarkan agama Islam di daerah tersebut.
  • Kerajaan Samudra pasai selaku kerajaan Islam pertama di Indonesia menganut mazhab Syafii yang berasal dari Mekkah, sedangkan dari Gujarat mazhab yang digunakan adalah Hanafi.
  • Raja-raja di Indonesia menggunakan gelar-gelar Al-malik yang sama dengan gelar-gelar raja di Arab.
  Teori terbukti kuat, pendukungnya adalah Buya HAMKA, Van leur dan T.W Arnold. Para ahli tersebut berpendapat bahwa pada abad ke-13 sudah berdirinya kekuasaan politik Islam di Indonesia, jadi Islam masuk pasti sudah lebih lama lagi yakni abad ke-7.

Nah, itulah dia tiga teori yang saling mendukung masuknya Islam di Indonesia, Islam masuk ke Indonesia melalui perdagangan. Islam dibawa dengan cara damai oleh para pedagang yang berinteraksi setiap harinya dengan penduduk pribumi. Saluran masuknya Islam ke Indonesia adalah Perkawinan, Perdagangan, Dakwah, dll. Islam tidak dibawa dengan peperangan karena Islam adalah agama yang damai.

Penulis : Kahfi Rafsanjani
Referensi : Guru Sejarah
Dilarang mengopy artikel ini tanpa mengedit dan mencantumkan sumbernya. Hargai kerja keras orang lain.

Motivasi islam : Membangun kesucian hati

07:41
“Ingatlah bahwa dalam tubuh itu ada sekerat daging, jika ia baik, maka baiklah jasad seluruhnya, jika ia rusak, maka rusaklah jasad seluruhnya. Ingatlah, (segumpal daging) itu adalah hati”
(HR. Bukhari & Muslim)
Motivasi islam : Membangun kesucian hati

Hadis diatas menerangkan kepada kita bahwa betapa besar peran hati dalam kehidupan kita. Perannya seumpama “panglima” yang dapat memberi pengaruh kepada setiap gerak kita. Hati punya peran terhadap setiap lisan yang kita keluarkan dalam berinteraksi satu sama lain, hati sangat mempengaruhi pola pikir dan perilaku kita. maka untuk menjadikan diri dapat tampil baik di dalam kehidupan ini, tiada lain yang perlu dibangun, kecuali menjaga kesucian hati.
Orang yang hatinya suci biasanya akan tercermin dari wajah yang bersangkutan. Sebagai contoh, Kita akan merasa gembira ketika melihat raut wajah seorang bayi. Bayi adalah sosok yang suci hatinya, Ia belum bergelimang dengan kehidupan, yang sehingga membuat seseorang selalu bersentuhan dengan kesalahan dan dosa. Bayi masih suci dari hal-hal yang demikian. Sehingga barang siapa yang menatap wajah seorang bayi, akan merasa rindu untuk melihatnya kembali. Demikian halnya juga dengan seseorang yang selalu menjaga agar hatinya selalu dalam keadaan suci, maka ia akan selalu di rindukan oleh teman-temannya.

Memang tidak dapat kita pungkiri bahwa dalam menjalankan kehidupan ini, kita kerap kali mengalami gesekan, benturan serta pertentangan, sehingga mengakibatkan kita menjadi bersalah, baik bersalah dengan peraturan Allah maupun bersalah sesama manusia. Oleh karenanya setiap kali kita mengalami kesalahan tersebut jangan tunda lagi untuk selalu pula memperbaikinya. Meminta ampun kepada Allah, meminta maaf kepada manusia yang hatinya telah kita sakiti. Dengan demikian kita selalu merasa ringan beban pikiran, karena tidak lagi di rudung perasaan bersalah.

Disamping meminta ampun atau meminta maaf, kita juga harus memiliki keluasan hati dalam memberikan maaf kepada orang lain yang telah menyakiti kita. Perasaan dendam justru membebani pikiran siapapun, jika yang bersangkutan tidak dapat melepaskannya. Melepaskan perasaan dendam dilakukan dengan cara merelakan diri untuk memaafkan pihak lain, meskipun yang bersangkutan tidak meminta maaf kepada kita sekalipun. Karena disaat kita mengikhlaskan diri untuk rela memaafkan siapapun, disaat itu pula perasaan kita menjadi ringan dan hati menjadi suci. “ Maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik” (QS 5: 13)

Sesungguhnya begitu banyak jalan yang dapat dilakukan untuk membangun kesucian hati, tapi yang jelas apapun jalan yang kita tempuh, semua itu dilakukan dengan sebuah tujuan, yaitu memperoleh Ridha dari Allah swt. Bukan karena alasan lain yang menyebabkan kita ria karenanya. Salah satu jalan yang dapat dilakukan untuk membangun kesucian hati adalah dengan meningkatkan Harapan kepada Rahmat Allah SWT. Cara ini dilakukan dengan membangun cara berfikir positif. Berpikir positif yang dimaksud adalah dengan cara kita selalu berbaik sangka kepada Allah. Setiap apapun yang terjadi dan menimpa kita harus dipandang sebagai yang terbaik bagi kita. meskipun yang mendera kita itu lazimnya sebagai musibah. Namun musibah inilah yang harus kita pandang sebagai yang terbaik diberikan Oleh Allah kepada kita. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS. Alam Nasyrah : 5-6)

Dengan berasumsi demikian kita akan selalu menanam harapan di dalam hati, bahwa melalui musibah inilah Allah sebagai pencipta menguji hambanya, dan kemudian melalui peristiwa ini pula Allah akan memberikan kemudahan bagi kita. Harapan ini harus selalu ditingkatkan di dalam hati, semakin besar harapan yang ditanam maka semakin tinggi tingkat kemudahan yang akan dicapai. Dan dengan jalan menaruh harapan kepada Allah akan membuat hati kita terbebas dari syakwa sangka terhadap apa yang kita alami, sehingga hati dan pikiran menjadi bebas.

Cara selanjutnya adalah dengan jalan Meningkatkan Rasa Takut Kepada Hukuman Allah.  Seseorang yang telah membangun rasa takut akan hukuman Allah, maka ia akan selalu berupaya untuk melakukan hal-hal yang mendapat ridha dari Allah swt, sebaliknya akan selalu berusaha agar terhindar dari kegiatan yang dilarang. Dan selalu akan mengagungkan Allah dengan jalan melakukan hal-hal yang akan mendekatkan diri kepada-Nya.  “Apakah mereka merasa aman dari makar Allah, tidak ada yang merasa aman dari makar Allah selain orang-orang yang merugi” (QS. Al A’raf : 99)
Rasa takut ini kemudian membuat seseorang merasa selalu dalam pantauan yang maha mengetahui.

Dengan perasaan ini pula seseorang akan menyeleksi tindakannya, mengontrol perbuatannya, menjaga tutur katanya, yang mengakibatkan seseorang akan selalu berusaha agar kesehariannya tidak akan menjadikannya termasuk kedalam orang yang merugi. Dan setiap kali terjadi kekhilafan pada dirinya, sehingga ia menjadi maksiat, maka penyesalan akan menghampirinya, secara spontan hatinya akan menyesali perbuatan tersebut seraya berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Allah berfirman : yang artinya “Sesungguhnya Allah, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit” (QS. Ali ‘Imran ; 5)

Penulis : Nurmahdi Nurdha
Dilarang mengopy artikel ini tanpa mengedit dan mencantumkan sumbernya.
Hargai kerja keras orang lain.

Perngertian Dakwah bil qalam

06:40
Pengertian dakwah bil qalam

Mendengar kata dakwah, pikiran kita cenderung terasosiasi kepada suasana di suatu tempat, ada penceramah, ada pendengar/ jamaah dan ada peralatan pengeras suara sebagai pendukung dari prosesi tersebut. Ini adalah dakwah yang lazim terjadi dikalangan kita selama ini, yang disebut dengan Dakwah Bil Lisan (ceramah, khutbah). Sementara Dakwah Bil Qalam adalah sebuah metode dakwah dengan menggunakan Qalam (Dakwah dengan pena), meskipun ada sebagian yang mengistilahkan metode ini dengan Dakwah Bil Kitabah (Dakwah melalui tulisan) serta ada satu lagi metode dakwah yang sering diterapkan yaitu Dakwah Bil Hal (Dakwah dengan keteladanan perilaku).

Seiring dengan perkembangan media masa sebagai sarana komunikasi selama ini, telah mendudukkan media tulis ini sebagai alat untuk membentuk opini masyarakat. Dengan media masa pikiran orang (pembaca) dapat dikendalikan, sehingga barang siapa yang dapat menguasai media biasanya akan lebih besar peluangnya untuk dapat menguasai masa. Dan untuk dapat menguasai media ada bayak persyaratan yang harus dipenuhi, sehingga seseorang dapat digolongkan sebagai pembentuk opini. Diantaranya seseorang dituntut memiliki ketrampilan menulis yang memadai. Semakin tinggi kemampuan menulis semakin besar peluang untuk mendapatkan pembaca. Karena ditengah-tengah persaingan kehidupan selama ini orang sudah mulai selektif dalam memilih tulisan yang berkualitas.

Tulisan/ pena dalam garis perjalanan sejarah telah menunjukkan perananannya yang sangat besar terhadap perubahan. Dan Ali bin Abi Thalib pernah berkata bahwa “Tulisan adalah temannya para ulama”. Dengan tulisan ini lah para ulama mengabadikan dan menyebarluaskan pandangan- pandangan  keislamannya. Sehingga jika saja dakwah melalui pena ini tidak ada, maka kita tidak pernah menemukan kitab-kitab kuning yang menjadi buku teks para santri di pesantren-pesantren. Demikian halnya juga dengan imam Al-Ghazali, dengan penalah beliau mewariskan pandangannya keislamannya yang tertuang di dalam kitabnya Ihya ‘Ulumuddin.

Di era modern ini pihak barat telah melakukan pembentukan opini besar-besaran dalam menyerang keberadaan Islam sebagai agama. Semua pusat kekuatan umat Islam mampu disasar untuk diluluhlantakan dengan berbagai upaya agar semua nilai-nilai kebenaran yang ada di dalam Islam menjadi kabur, dan selanjutnya ummat mengalami kehilangan tempat berpijak yang meyakinkan. Dan ini dilakukan dengan menggunakan pena atau tuilisan. Karena mereka dalam hal ini jauh mengalami kemajuan jika disbanding dengan ummat Islam dalam menguasai media dan kemampuan menulis masih sangat tertinggal.

Sementara kita ummat Islam, sampai sekarang masih merasakan langkanya aktivis dakwah dengan pena ini. Lebih-lebih para ulama, jika saja Ulama yang selama ini melakukan dakwah secara lisan, sekaligus piawai dalam menyampaikannya dengan tulisan, maka problem ummat yang terjadi selama ini bisa saja dapat dikendalikan. Tetapi kenyataan di lapangan seolah kedua metode ini seperti mengalami dikotomi yang sangat menjurang, dan sangat sulit untuk dipersatukan. 

Untuk keluar dari kemelut ini tidak ada jalan lain, mari membiasakan diri menyampaikan ide dengan menulis. Sesederhana apapun ide itu, jika disampaikan dengan tulisan yang menarik, yakinlah ummat akan menjatuhkan ketertarikan pada ide tersebut. Ketika ini telah didapatkan, maka perintah Allah kepada kita untuk menyampaikan kebenaran di muka bumi ini akan dengan mudah dapat kita jalankan, dan hikmah yang sangat besarpun menanti.

Penulis : Nurmahdi Nurdha
Dilarang mengopy artikel ini tanpa mengedit dan menautkan sumbernya.Hargai kerja keras orang lain.

Agama dan sains dalam pandangan islam

21:48
Agama dan sains dalam pandangan islam

Umat Islam selama ini lebih merasa bahwa sains dan ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang bertolak belakang dengan ajaran dan syari’at. Kesan ini sangat mengemuka dikalangan masyarakat muslim, sehingga melahirkan dikotomi tersendiri dalam memahami kedudukan sains dan ilmu pengetahuan dalam kehidupan. Seiring dengan perkembangan peradaban dalam kehidupan selama ini, bagi kalangan tertentu paradikma ini sudah mulai bergeser. Ini bisa disebabkan oleh merambahnya produk teknologi yang masuk ke dalam kehidupan masyarakat, dari teknologi informasi sampai teknologi lain yang tak mungkin dipisahkan dengan pola hidup manusia selama ini.

Padahal kalau kita masuk ke dalam relung sejarah peradaban umat manusia dari jaman Klasik hingga jaman sekarang, ada sederatan sejarah peradaban yang di dalamnya  terdapat peran Islam yang sangat menentukan perkembangan peradaban umat manusia sampai sekarang. Sejarah peradaban dimulai dari jaman klasik yang telah memasyurkan sederetan nama sebagai penemu seperti Euklides, Aristoteles, Archimedes dan lain-lain. Era selanjutnya dimulai pada awal abad ke lima Masehi, Alaric, raja Jerman dari suku Visigoth, menyerbu Roma dan menghancurkannya dalam serangan yang hanya berlangsung selama tiga hari. Lalu selama 66 tahun kemudian, Kaisar Romawi barat berakhir, Romulus Agustus berhasil digulingkan, dan pusat kekaisaran dipindahkan ke Konstatinopel, dan ini adalah awal redupnya cahaya kehidupan di belahan bumi Eropa. 

Eropa memasuki Zaman kegelapan, zaman tanpa ilmu pengetahuan, tanpa sastra, bahkan tanpa peradaban, ini berlangsung hingga ratusan tahun lamanya. Kegelapan peradaban Eropa disebabkan oleh terbelenggunya para cendikiawan oleh dominannya doktrin gereja pada saat itu, setiap perkembangan ilmu pengetahuan dipandang sebagai tindakan murka kepada tuhannya. Baru pada seribu tahun kemudian peradaban Eropa kembali bersinar yang dikenal dengan masa Rainaissance. 

Sementara pada saat dimana Eropa tenggelam dalam zaman kegelapan, ternyata di belahan dunia timur, umat Islam sedang merajut kegemilangan dalam kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Dalam era kejayaan ini ilmuwan muslim sedang menguasai peradaban. M. Yusuf Abdurrahman dalam bukunya Cara Belajar Ilmuwan-Ilmuwan Muslim Pencetus Sains-Sains Canggih Modern, menuliskan, ilmuwan-ilmuwan muslim sangat berperan terhadap perkembangan dunia barat selama ini, bahkan terhadap sains modern. Dan ini terjadi dalam setiap bidang, diantaranya bidang Astronomi, Matematika, Fisika, Kimia, Ilmu Hayat, Kedokteran Sosiologi, Filsafat, Sastra, Arsitektur, seni rupa dan Musik.

Namun sejarah perkembangan sains dan ilmu pengetahuan yang dipublis barat selama ini lebih cederung mengemukakan peran para penemu dan ilmuwan barat. Dunia barat dalam menyampaikan fakta sejarah sains dan ilmu pengetahuan telah melakukan peloncatan. Seolah sejarah sains dimulai sejak zaman Euklides, Aristoteles, dan Archimedes, yang terjadi sebelum masehi, kemudian langsung dilanjutkan zaman perkambangan sains abat ke-16 dan 17 di Eropa. Mereka hanya mengungkapkan hanya sebahagian kecil dari peran sains islam yang pernah jaya di antara kedua zaman tersebut.
Ehsan Masood dalam dalam bukunya Science and Islam mengatakan bahwa  para pelopor hebat dalam sains modern sebetulnya hanya meneruskan hasil kerja para ilmuwan zaman Islam. Ia melanjutkan bagaimana ahli astronomi Polandia Nicolaus Copernicus menggunakan hasil karya ahli astronomi Islam sebagai dasar penemuan barunya tentang system tatasurya. Ahli sejarah metematika pun mengakui bahwa Aljabar telah dikembangkan di Bagdad pada abad ke-9 oleh Musa al-Khawarizmi.

Selanjutnya Ibnu al-Nafis, seorang fisikawan asal Kairo, pada abad ke-13 telah menemukan system sirkulasi paru-paru, peredaran darah melalui paru-paru. Ini menjadi tonggak dalam ilmu fisiologi tubuh manusia. Abbas bin Firnas, seorang Insinyur asal Andalusia, telah menemukan teori penerbangan dan telah melakukan percobaan penerbangan dengan sukses. Temuan Abbas ini terjadi pada enam abad sebelum Leonardo menciptakan dan terbang dengan Ornitopternya.

Tentunya masih sangat banyak nama-nama ilmuwan besar lainnya yang termasyur dan memberi rupa pada wajah Islam pada waktu itu. Sebut saja Ibnu Ismail al-Jajari yang telah menciptakan robot manusia (humanoid) yang bisa diprogram, ini terjadi jauh sebelum Leonardo da Vinci dari Italia sanggup merancang robotnya pada tahun 1478 M, yang pada ungkapan sejarah selama ini telah mengklaim bahwa da Vinci  sebagai perintis robot pertama. Dalam bidang filsafat ada Ibnu Rusyd (1126-1198) yang dihormati barat dengan nama Averroes. Dalam bidang politik dan budaya ada Ibnu Khaldun (lahir 27 mei 1332) dan dalam bidang navigasi ada Ibnu Battutah yang telah menjelajah dunia dari Rusia hingga Samudra Pasai,  dan Ibnu Majid yang telah menemukan Kompas Modern.
Pemicu Kemajuan dan Kemunduran Sains Islam

Ada beberapa faktor yang membuat sains di dunia Islam pada abad pertengahan dapat berkembang dengan pesat, antara lain gairah dan semangat yang luar biasa yang dimiliki untuk menimba dan menggali Ilmu Pengetahuan. Mereka menggali isi kandungan al-Quran dengan tek-tek ilmuwan terdahulu dari Yunani kuno. Islam sangat membebaskan dan menghormati otoritas pemikiran dan penalaran selama masih dalam koridor syar’i. Dan semangat yang luar biasa itu pula ternyata juga didukung oleh penguasa pada saat itu. Ehsan Masood mengatakan bahwa para ilmuwan Islam melakukan penyerapan budaya lain lalu memodifikasinya dan membuat inovasi dengan berbagai ide baru, ini pula yang menjadi ciri dari sains Islam pada masa itu. Sehingga kedudukan sains Islam menjadi penghubung antara masa lalu dan masa depan.

Masa kejayaan itu, sepertinya kini telah bergeser. Sains dan ilmu pengetahuan dalam dunia Islam meredup. Masa kegemilangan tidak lagi di tangan Islam. Kita tinggal hanya mengenang akan kejayaan itu tanpa memiliki kemampuan untuk meneruskan, apalagi mewarisi semangat seperti halnya semangat yang dimiliki oleh para cendikiawan di masa  kejayaan islam di abad pertengahan dulu. Umat Islam sekarang lebih disibukkan oleh doktrin kelompok dalam menghadapi perbedaan pemahaman antar golongan sesama Islam. Islam lebih disibukkan oleh hal-hal yang tidak substansi dalam memahami ajaran, dang friksi ini semakin menajam seiring dengan perkembangan waktu.

Padahal kitab suci yang menjadi pedoman hidup bagi ummat Islam sendiri mengandung isi yang sarat dengan sains dan ilmu pengetahuan. Al-Quran menjelaskan seluruh fenomena alam dari berbagai bidang kehidupan, dari proses terjadinya manusia, tentang tatasurya, ruang angkasa, fenomena yang ada di laut hingga kejadian yeng terjadi di perut bumi, semua ini tidak luput dari paparan yang terkandung dalam isi al-Quran. Dan dengan ini pula ribuan ilmuan barat menemukan adanya relefansi antara kejadian yang ada di alam, ternyata telah terlebih dahulu dijelaskan di dalam al-Quran, sehingga para ilmuwan ini mendapatkan wahyu dari Allah, menguncapkan syahadat dan selanjutnya menjadi muslim yang taat dan cendikia.

Di sisi lain tanpa disadari umat Islam terjebak dalam skenario tersembunyi dari pihak tertentu untuk merancang sebuah kemunduran bagi umat islam secara global. Sehingga pemahaman bahwa kajian ilmiah, mempelajari sains dan ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang tidak penting. Pemahaman ini terus menguat bahkan menjadi doktrin bagi genarasi muda yang masih dibangku sekolah menengah selama ini. Karena pihak tertentu itu paham betul, sejarah telah membuktikan doktrin gereja pada abad pertengahan dahulu telah membuat eropa terjerambah ke lembah kebodohan dan keterbelakangan.

Akan tetapi terhadap Negara muslim yang sains dan teknologinya dapat berkembang dengan pesat, seperti Iran ,Pakistan, Turki dan lain-lain, pihak yang menskenariokan kemunduran Islam tetap saja melakukan upaya tertentu. Pihak barat mengitervensi Negara ini habis-habisan dengan alasan yang tidak dapat diterima akal sehat. Yang tujuan akhirnya hanya satu, Islam tidak boleh maju dibidang sains dan ilmu pengetahuan. Sehingga kedigjayaan barat dalam menjajah Negara-negara Islam semakin dapat dipertahankan.

 Maka semua ini tinggal kepada kita, cara bagaimana kita harus berfikir dan kearah mana generasi muda diarahkan.  Jangan-jangan kita justru nyaman berada pada zona keterpurukan ini. Bisa jadi karena kita tidak menyadarinya, karena kita larut dalam ego sektoral yang membuat kita tidak mau terbuka terhadap perkembangan.

Penulis : Nurmahdi Nurdha

Dilarang mengopy artikel ini tanpa mengedit dan mencantumkan sumbernya.Hargai kerja keras orang lain.