Alasan mengapa jangan update status Selamat Hari Ibu di sosial media + Sejarah hari ibu

Alasan mengapa jangan update status Selamat Hari Ibu di sosial media + Sejarah hari ibu
Alasan mengapa jangan update status Selamat Hari Ibu di sosial media + Sejarah hari ibu - Sebelumnya saya mengucapkan banyak kata maaf karena sedikit telat meluncurkan artikel ini. Tapi saya harap artikel ini masih hangat dan berharga serta bermanfaat bagi teman-teman yang merayakan hari ibu. Okay, bertepatan dengan tanggal 22 Desember. Mungkin semua pengguna sosial media baik itu Facebook, Twitter dan lain-lain pasti sudah tau, karena pada tanggal itu sangat banyak pengguna sosial media mengupdate status yang menyatakan selamat hari ibu atau apapun yang berkaitan dengan merayakan hari ibu.

Disini saya ingin menerangkan beberapa alasan mengapa sebaiknya jangan mengupdate status yang menyatakan selamat hari ibu di sosial media. Saya tidak mengatakan bahwa hal itu salah, tapi saya hanya memberikan pendapat bahwa sebaiknya jangan. Sebelumnya mari kita simak beberapa hal yang semoga bisa memberikan pengetahuan kepada teman-teman.

Sejarah Hari Ibu
Hari ibu dirayakan diseluruh pelosok negeri di Indonesia, dan tentu saja masih banyak yang tidak tau asal-usulnya. Untuk membahas sejarah Hari Ibu, kita harus kembali pada tahun 22-Desember-1928. Pada saat itu, perempuan dari seluruh penjuru negeri Indonesia berkumpul dan mengadakan Kongres Perempuan di tanah Jawa dan Sumatera. Dalam kongres tersebut mereka menyatukan tekad, pikiran dan semangat untuk terus berjuang merebut kemerdekaan di Indonesia dan memperbaiki masa depan kaum perempuan di Nusantara nantinya.

Salah satu poin penting dari kongres yang diselenggarakan di Jawa dan Sumatera ini adalah terbentuknya Kongres perempuan indonesia yang dikenal dengan nama (Kowani).

Namun ternyata penepatan Hari ibu pada tanggal 22 Desember tidak dilakukan pada kongres tersebut. Melainkan pada kongres keduanya pada tahun 1938 atau sepuluh tahun kemudian. Mereka menyatakan hari 22 Desember sebagai hari semangat kaum perempuan untuk memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya. 

Tokoh-tokoh terkenal diantaranya adalah R.A Kartini, Cut nya dhien, M. Cristina tiahahu, Walanda maramis, Dewi sartika, Rangkayo Rasuna Said, Nyai Achmad Dahlan, dan Cut Mutia.

Kemudian pada tahun 1959 Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu Nasional didalam dekret Presiden nomor 316 tahun 1959.

Nah, setelah membaca sejarah dari Hari Ibu itu kira-kira kamu punya pendapat sendiri ? Kalau ada silahkan dibahas dikomentar ya. Sekarang kita lanjut pada tema kita hari ini Alasan mengapa jangan update status Selamat Hari Ibu di sosial media.

Silahkan disimak...

Belum tentu Ibu punya akun Sosial Media
Saya rasa ini menjadi alasan utama, karena pada abad 21 ini ibu-ibu di Indonesia tidak semuanya mempunyai akun sosial media, baik itu disebakan oleh sudah mati era, gak paham atau pun memang gagap teknologi. Jadi, untuk apa juga kita ucapinnya Sosial media. Boleh sih, kecuali sudah ucapin langsung ke Ibunya.

Bagaimana dengan teman-teman yang ibunya sudah wafat ?
Kita tahu bahwa Sosial media bersifat sangat terbuka, apapun yang kita bagikan bisa dengan mudah dilihat oleh orang lain. Jadi, jangan sembarangan mengucapkan Hari Ibu, karena banyak teman-teman kita yang sudah kehilangan Ibunya akan merasakan sedih. Bisa saja mereka berpendapat bahwa kita tidak mengucapkan langsung dan hanya di sosial media. Mereka pasti sangat iri dan berpendapat bahwa jika mereka masih punya ibu mereka akan mengucapkannya langsung.

Kalau Ibu tahu, bakalan sedih banget!
Mungkin ibu kita tidak punya akun sosial media, tapi kawanya punya. Kita yang hanya mengucapkan Hari Ibu di sosial media dan tidak mengucapkan langsung, lalu tiba-tiba ibu kita bisa mengetahuinya baik dari temannya atau dari siapapun, beliau pasti akan sangat merasa sedih. Beliau akan merasa bahwa kita menggunakan embel-embel beliau hanya untuk pamer pada orang dan tidak pernah ingin mengakuinya secara langsung didepan ibu.

Itulah beberapa alasan sebaiknya utamakan untuk mengucapkan Hari Ibu langsung kepada ibu kita. Jangan malu, dan jangan ucapkan lagi di sosial media. Semoga bermanfaat ya guys.

Penulis : Kahfi rafsanjani
Sumber referensi : http://news.okezone.com/read/2015/12/21/337/1272421/asal-usul-sejarah-hari-ibu
Dilarang mengopy artikel ini tanpa mengedit dan mencantumkan sumbernya. Hargai kerja keras orang lain.
Title: Alasan mengapa jangan update status Selamat Hari Ibu di sosial media + Sejarah hari ibu
Posted by:rafsanjani kahfi
Published :2015-12-22T06:57:00+07:00
Rating: 3.5
Reviewer: 5 Reviews
Alasan mengapa jangan update status Selamat Hari Ibu di sosial media + Sejarah hari ibu
Share this article :
+
11 Komentar untuk "Alasan mengapa jangan update status Selamat Hari Ibu di sosial media + Sejarah hari ibu"

infonya bermanfaat nih, ijin ane untuk share gan :)

Bener tuh, kadang kadang saya suka kesel sama orang yang ngucapin hari ibu di fb, entah dalam alesan apapun itu. dan juga kadang kasian sama yang ibu nya sudah wafat, jadinya mungkin mereka sedih.
Tapi kadang ada beberapa ibu yang punya akun FB kok :D tapi mungkin rasionya itu cuma 3 / 10 :3

bener juga sih gan..itu cuman nyari perhatian orang lain..ibu ane gapunya sosmed :v

hehehe bener juga ya gan, mending langsung ucapin ke ibu aja dan gak usah berkoar-koar di medsos :D

maksih infonya. ceritanya berkesan banget :D

Iya gan kalo Ibunya temen yg di tag dah ninggal nyesek juga...

Daripada mengucapkan selamat hari ibu di sosial media,Jika kita masih memiliki ibu lebih baik mengucapkannya secara langsung, itu akan lebih bagus

ucapin selamat hari ibu di sosmed biasanya biar dapet respect dari temen aja, sedangkan di rumah ngebantuin ibu aja gak pernah

sangat terasa bila ngucapinnya di depan ibu.

║ Berkomentarlah sesuai topik ║
║ Jangan menautkan link apapun ║
║ Cantumkan judul blog (bukan url blog) untuk kunjungan balik ║
║ Admin cuma balas komentar pertanyaan bukan pernyataan ║
║ No scam > No smoking :D ║

 
Template By Kunci Dunia