Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts

Pengertian kalimat Fakta dan Opini beserta contoh

17:00
Pengertian kalimat Fakta dan Opini beserta contoh

Pengertian kalimat Fakta danOpini beserta contoh – Hai kawan, sekarang saya ingin menjelaskan pada kalian tentang kalimat Fakta dan Opini. Mengenal kalimat fakta dan opini seharusnya sudah kalian pelajari saat di bangku SMA kelas X. Kalian tentunya selalu mendengar kalimat setiap hari, baik itu ketika membaca, berbicara ataupun menonton. Banyak kalimat yang kalian dengar dan lihat. Pernahkah kalian berpikir setiap kalimat tersebut bisa dikelompokkan ? Nah, jawabannya iya. Semua kalimat itu bisa dikelompokkan menjadi kalimat Fakta dan Opini. Untuk itu mari kita simak terlebih dahulu apa itu Opini.

Apa itu Fakta ?
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, Fakta adalah suatu hal, peristiwa dan keadaan yang merupakan suatu yang benar atau suatu kenyataan yang benar-benar terjadi.

Fakta menurut bahasa latin : Factus adalah peristiwa atau hal yang benar-benar terjadi dan dapat dibuktikan kebenarannya. Informasi-informasi yang memang dapat dibuktikan, maka itu disebut fakta.

Kalimat yang adanya pelaku, jumlah, tempat kejadian, waktu, bagaimana peristiwa atau kejadian tersebut terjadi, atau adanya rincian yang jelas, maka itu disebut Fakta.

Apa itu Opini ?
Pengertian Opini ( Menurut Wikipedia) adalah pendapat, ide, gagasan untuk menjelaskan prefensi tertentu terhadap perspektif tertentu dan bersifat objektif. Hal itu karena belum mendapat pemastian atau pembuktian bahwa ide tersebut benar adanya. Nah, jika sebuah kalimat opini suatu saat dapat dibuktikan, maka kalimat tersebut bisa berubah menjadi kalimat fakta. Opini juga bisa diartikan sebagai kalimat yang hampir selalu berdampingan dengan kalimat fakta. Keduanya memiliki perbedaan yang mendasar dan mudah ditentukan.

Nah, dapat kita simpulkan secara sederhana bahwa opini adalah kebalikan dari kalimat fakta. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat contoh-contoh dibawah ini. Kita mulai dari kalimat Fakta terlebih dahulu.

Kalimat Fakta
Jenis-jenis fakta
  1. Fakta Umum - Kebenaran yang terbukti sepanjang zaman. Contohnya hujan turun dari langit.
  2. Fakta khusus – Kebenaran yang terjadi dengan jangka waktu tertentu, contohnya Kahfi sedang membaca buku. Itu merupakan fakta, tapi ketika kahfi tidak lagi membaca buku, maka kalimat tersebut tidak lagi dibilang kalimat fakta.


Ciri-Ciri kalimat fakta
  1. Dapat dibuktikan bahwa itu benar.
  2. Adanya data yang akurat seperti waktu, tanggal dan tempat kejadian,
  3. Adanya narasumber yang dapat dipercaya.
  4. Bersifat objektif. ( Tidak dibuat-buat. Tetapi apa adanya).
  5. Biasanya lengkap dengan unsur 5W+1H.


Contoh-contoh kalimat fakta
  1. Penemu komputer adalah alan turing.
  2. Mark Zuckerberg tidak lulus dari kuliahnya di Harvard Univercity.
  3. 1 menit sama dengan 60 detik.
  4. Matahari itu panas.
  5. Jakarta adalah ibukota Indonesia.
  6. 2 + 4 = 6
  7. Saya lahir 17 Agustus 1999.
  8. Facebook berwarna biru
  9. Dan masih banyak lagi…


Kalimat Opini
Jenis-jenis kalimat Opini
  1. Opini perorangan – Contohnya adalah melompat dua puluh kali sangat melelahkan.
  2. Opini Umum – Makan terlalu banyak dan berlebihan dapat mengakibatkan obesitas.


Ciri-Ciri kalimat Opini
  1. Kebenarannya belum atau tidak dapat dibuktikan.
  2. Bersifat subjektif, berupa uraian pendapat dan gagasan tentang suatu peristiwa atau kejadian.
  3. Tidak adanya narasumber yang jelas.
  4. Tidak dilengkapi data yang akurat.
  5. Berupa rencana atau peristiwa yang belum terjadi.
  6. Biasanya diawali dengan kata “Sepertinya”, “Saya rasa” dan lain-lain.
  7. Pendapat, gagasan, ide atau argumen seseorang.
  8. Menggunakan kata : Bisa jadi, kira-kira, sebaiknya, seharusnya dan lain-lain.


Contoh-contoh kalimat Opini
  1. Lompat jauh sangat melelahkan.
  2. Saya rasa Indonesia sudah maju.
  3. Air tersebut akan lebih enak jika disantap dengan es.
  4. Rumah itu kecil.
  5. Aceh adalah penghasil wanita cantik.
  6. Seandainya aku tinggal di Jakarta pasti menyenangkan.
  7. Indonesia akan lebih maju jika dipimpin oleh pemuda.
  8. 17 Agustus adalah acara yang sangat meriah.


Perbedaan kalimat Fakta dan Opini
Nah, setelah kita bahas secara detail jenis dan contoh beserta definisinya kita jadi tau apa perbedaan dari kedua kalimat tersebut, antara lain :

Fakta
  1. Kebenaran yang bersifat Objektif.
  2. Kenyataan
  3. Data akurat


Opini
  1. Bersifat subjektif.
  2. Belum terjadi.
  3. Data tidak akurat.


Demikianlah Pengertian kalimat Fakta dan Opini beserta contohnya yang dapat saya jelaskan. Saya rasa materi ini mudah dipelajari dan dipahami. Semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman ya.

Dilarang mengopy artikel ini tanpa mengedit dan mencantumkan sumbernya. Hargai kerja keras orang lain.


Teks Iklan – Pengertian, Fungsi, Struktur, Kaidah kebahasaan dan Contoh Teks Iklan

21:40
Teks Iklan – Pengertian, Fungsi, Struktur, Kaidah kebahasaan dan Contoh Teks Iklan

Teks Iklan – Pengertian, Fungsi, Struktur, Kaidah kebahasaan dan Contoh Teks Iklan – Dalam kesempatan ini, kita akan mempelajari sebuah materi pelajaran bahasa Indonesia yang kamu dapati pada kelas XII. Teks iklan memiliki pengertian, struktur dan fungsi tersendiri. Begitu juga dengan kaidah kebahasaannya. Dalam artikel ini, saya akan merangkumnya dengan sedemikian rupa sehingga mudah dipahami oleh pembaca.

Berkembangnya teknologi informasi memberikan dampak yang besar dalam kehidupan sehari-hari. Sesuai dengan tema artikel kita tentang Teks Iklan, jadi perkembangan teknologi informasi mempunyai dampak tersendiri dalam dunia periklanan. Dulunya kita sering mendapati iklan di koran, majalah dan radio. Seiring perkembangan zaman, Teks iklan lebih mudah didapat, baik itu melalui televisi, media sosial atau jejaring sosial dan lain-lain. Baliho atau banner di kelompokan kedalam iklan media luar ruangan.

Pengertian Teks Iklan
Teks Iklan adalah teks yang digunakan sebagai media promosi yang efektif dalam memasarkan produk-produk. Produk-produk tersebut dipasarkan kepada konsumen. Alasan iklan menjadi media promosi yang bagus adalah karena jangkauan konsumennya menjadi lebih luas. Tujuan dari teks iklan itu sendiri adalah untuk memperkenalkan barang atau produk dan jasa yang di iklankan. Tujuan iklan juga untuk menarik minat masyarakat untuk membeli, memakai dan mengkonsumsi barang yang di iklankan.

Fungsi Teks Iklan
Fungsi akan teks iklan itu sendiri tentunya berbeda dengan pengumuman. Fungsi teks iklan adalah sebagai berikut.


  • Sebagai penyampaian informasi (Info produk baru, produk diskon, ciri-ciri dan lain-lain).
  • Sebagai persuasi atau bujukan yaitu mengajak konsumen untuk membeli.
  • Sebagai pengingat yaitu untuk mengingatkan masyarakat terhadap produk tertentu dan selalu menggunakannya.


Struktur Teks Iklan
Sebuah teks iklan memiliki struktur ternsendiri yang akan membedakannya dengan teks pengumuman maupun teks lainnya. Untuk itu, mari kita simak struktur-struktur dari teks iklan itu sendiri.

  • Judul, terletak dibagian paling atas pada teks iklan. Terkadang tidak semua iklan mencantumkan judulnya. Boleh saja kita mencantumkan nama produk atau jasa yang akan di iklankan.
  • Nama Produk, Berupa nama produk yang akan di iklankan.
  • Penjelasan Tentang Produk, Berisi beberapa penjelasan tentang produk mulai dari spesifikasi, kelebihan, kemudahan sampai cara mendapatkan produk dan harganya.


Ciri Kebahasaan Teks Iklan
Teks iklan juga memiliki ciri-ciri kebahasaannya sendiri. Ciri-ciri kebahasaannya sebagai berikut.

1. Menggunakan slogan
Slogan adalah salah satu ciri khas yang dimiliki oleh teks iklan. Slogan adalah kalimat yang mencolok dan menarik untuk menyampaikan sesuatu agar lebih mudah diingat. Biasanya slogan terdiri dari beberapa kata saja yang mudah dingat dan memiliki makna dan sifat persuasi untuk masyarakat agar menyukai produk yang sedang di iklankan.

Baca : Apa itu Teks Iklan, ayo pelajari!

Nah, itu dia. Dalam iklan slogan bisa kita bilang adalah suatu pernyataan atau susunan kata akan suatu produk, yang dapat mewakili sifat dan kelebihan produk sehingga membuat masyarakat lebih terikat dan tertarik untuk mendapatkan produk tersebut. Slogan sangat dibutuhkan dalam dunia periklanan. Banyak perusahaan yang mau membayar mahal untuk mendapatkan seorang pemasar iklan perusahaannya, karena slogan adalah hal utama yang memberi kesan bagus pada sebuah iklan, dan membuat masyarakat mengingatnya lebih lama.
Kalimat-kalimat pada slogan haruslah kreatif dan menarik. Keberhasilan atau kesuksesan sebuah slogan dapat ditandai dari sebarapa masyrakat dapat mengingatnya dan sering-sering mengucapkannya.

2. Kalimat persuasif
Kalimat persuafif memiliki tujuan untuk membjuk dan meyakinkan pelanggan untuk mengonsumsi produk yang diiklankan. Terdapat banyak kalimat persuasif yang bisa membuat pelangganan melaksanakan keinginan si pengiklan untuk melakukan sesuatu sesuai konteks yang di iklankan. Contoh kalimat persiasif adalah “Ringan, handal, dan cepat!”

3. Subjek orang pertama
Teks iklan biasanya menggunakan subjek orang pertama tunggal atau pun jamak, seperti “aku,saya dan kami”. Ketiga subjek tersebut digunakan untuk mewakiliki intansi atau perusahaan yang mengiklankan produk dan jasanya. Subjek yang sering digunakan adalah “Kami”.

Contoh Teks Iklan


Teks Iklan – Pengertian, Fungsi, Struktur, Kaidah kebahasaan dan Contoh Teks Iklan

Teks Iklan – Pengertian, Fungsi, Struktur, Kaidah kebahasaan dan Contoh Teks Iklan
Dilarang mengopy artikel ini tanpa mengedit dan mencantumkan sumbernya. Hargai kerja keras orang lain.

Contoh-contoh teks deskripsi singkat

11:33
Contoh-contoh teks Deskripsi singkat

Contoh-contoh Teks Deskripsi singkat – Teks deskripsi adalah sebuah teks yang menjelaskan dan menggambarkan sebuah objek melalui teks dengan tujuan pembaca dapat merasakan dan tau betul keadaan objek tersebut hanya dengan membacanya. Teks deskripsi sangat perlu dipelajari oleh penulis novel, sehingga dalam novelnya mereka bisa menggambarkan sebuah tempat atau objek dengan jelas sehingga pembaca seolah pembaca dapat merasakan dan tau betul keadaan yang sedang mereka baca.

Pada paragraf teks deskripsi yang dimana penulis mengutarakan opini, pendapat dan kesan pada objek tersebut, kalimat tersebut disebut kalimat subjektif sedangkan jika penulis mengungkapkan objek apa adanya tanpa ada opini maka itu disebut kalimat objektif.

Dalam artikel singkat ini saya akan memberikan contoh-contoh teks deskripsi yang bisa kalian gunakan untuk belajar, atau pun sebagai referensi mengerjakan tugas dan PR bahas Indonesia. Sebenarnya kalimat deksriptif ini sangat mudah dibuat, hanya perlu pengertian antara mana kalimat yang dapat dikategorikan deskripsi atau tidak. 

Supaya lebih jelas, mari kita simak contoh-contoh dibawah ini.

Contoh teks deskripsi 1
Kucing
Kucingku berwarna oranye dengan sedikit kemerah-merahan. Kakinya memiliki kuku yang cantik dan berwarna putih. Kucingku kuberi nama oren karena dia berwarna oranye. Dia jantan dan berumur 2 tahun. Telinga kucingku berbentuk segitiga runcing, begitu juga dengan gigi taringnya.

Contoh teks deskripsi 2
Rumah Riko
Rumah riko terletak didepan rumahku. Rumah riko mempunyai halaman yang luas, di halamannya ada sebuah kola dengan air mancur. Terdapat banyak ikan didalam kolamnya. Disamping kolam tersebut ada sebuah pohon yang tingginya 2 meter. Pohon itu sangat rindang dan cocok dijadikan tempat beristirahat. Halaman rumah rico juga dikelilingi oleh pagar kayu berbentuk persegi panjang dengan jarak antar pagarnya 30 cm. Warna rumahnya sangat kontras dengan warna halamannya. Rumahnya berwarna kuning dan halamannya berwarna hijau. 

Contoh teks deskripsi 3
Sekolahku
Sekolahku bernama Sekolah Sukma Bangsa. Terletak di sebuah desa yang sangat asri. Sekolahku bersih dan hijau, banyak tanaman dan pepohonan disana. Halaman sekolahku sangat luas dan juga hijau. Sekolahku memiliki 6 ruang kelas yang sangat rapi, disetiap halaman depan kelas di sekolahku ada sebuah pohon kecil yang selalu kami siram setiap pagi dan sorenya. Aku sangat cinta pada sekolahku.

Nah, itulah dia contoh-contoh teks deskripsi yang bisa kamu jadikan referensi membuat teks deskripsi guna mengerjakan tugas sekolahmu. Ingat ya jadikan contoh ini sebagai referensi, jangan langsung ngambil aja, karena dengan begitu kamu tidak akan pernah bisa mengerti bagaimana membuat teks deskripsi sendiri, dan juga jika ketahuan sama gurumu, kamu akan mendapat masalah. Jadi, hanya jadikan teks deskripsi diatas sebagai referensi atau contoh untuk kamu ya 
Penulis : Kahfi rafsanjani
Owner : http://kelasnyablogger.blogspot.com
Dilarang mengopy artikel ini tanpa mengedit dan mencantumkan sumbernya. Hargai kerja keras orang lain.

Teks Berita : Pengertian, Struktur dan contoh teks berita

16:33
Teks Berita : Pengertian, Struktur dan contoh teks berita

Teks Berita : Pengertian, Struktur dan contoh teks berita - Di era globalisasi yang modern ini kita bisa mengakses media-media massa baik itu Televisi, Majalah, Koran dan lain-lain. Setiap media massa tersebut pasti meliput atau mengandung berita untuk diketahui oleh para pembaca. Maka dari itu, kita akan selalu bisa menyaksikan atau membaca berita dengan mudahnya. Pelajaran tentang Teks Berita : Pengertian, Struktur dan contoh teks berita telah kita dapatkan di bangku sekolah di kelas XII, dimana kita membahas Teks Berita : Pengertian, Struktur dan contoh teks berita.
Nah, pada kesempatan kali ini, saya juga ingin mempelajari sekaligus berbagi ilmu bahasa Indonesia ini kepada kawan-kawan. Di lain sisi Teks berita ini diperlukan oleh pelajar baik untuk menunjang pembelajaranya dan lain sebagainya. Bagi teman-teman yang mempunyai cita-cita menjadi Wartawan, Pembawa acara dan hal-hal lain berkaitan dengan komunikasi, maka Teks berita ini perlu diperhatikan.

Pengertian Teks Berita
Teks berita adalah sebuah teks yang menjelaskan atau memaparkan sebuah situasi, kejadian atau tragedi kepada pembaca di media cetak, disiarkan melalui radio, televisi atau diunggah ke media massa online. Dari teks berita ini kita bisa mengambil banyak hal positif seperti membuat kita lebih cekatan, aktif dan kritis dalam menanggapi suatu masalah.  Teks berita juga dapat dijadikan motivasi untuk diri sendiri, pembelajaran atau pun hal-hal baru.

Struktur Teks Berita
Teks berita memiliki struktur atau ciri-ciri tersendiri sehingga kita dapat menyatakan teks tersebut adalah teks berita, adapun Strukturnya adalah :

  • JUDUL
Judul pada teks berita adalah Struktur pertama dalam teks ini. Judul berfungsi sebagai penarik minat pembaca, sehingga judul harus dibuat dengan semenarik mungkin, agar dapat mengundang keingintahuan pembaca. Setiap pembaca berita pasti membaca judulnya terlebih dahulu, jika judul yang kita pilih tidak begitu menarik, maka pembaca cenderung tidak akan membaca isi berita tersebut.


  • LEAD/TERAS
Lead/Teras ini adalah bagian kedua dari Struktur Berita, bagian ini juga cukup penting untuk diperhatikan dan disajikan semenarik mungkin. Karena pada bagian Lead inilah terdapat semua ringkasan berita.

  • TUBUH
Bagian ini adalah bagian ketiga dari struktur berita, pada bagian ini disajikan semua penjelasan yang lebih rinci dari isi berita,termasuk juga kelanjutan berita dan pemaparannya. Jadi, bagian ini juga penting untuk dibuat dengan semenarik mungkin.

Kaidah Teks Berita
Teks berita juga mempunyai kaidah tersendiri sehingga kita dapat membedakan teks berita dengan teks yang lainnya. Ciri keabsahan kaidah teks berita ini adalah dengan adanya kalimat keterangan, verba transitif dan verba perwata

Supaya lebih memahami secara mendalam, mari kita simak salah satu contoh berita dibawah ini.

Contoh Teks Berita
Adapun contoh dari teks berita adalah :

Teks Berita : Pengertian, Struktur dan contoh teks berita

Penulis : Kahfi rafsanjani
Sumber referensi : http://wacanakita.com/teks-berita-pengertian-struktur-teks-kaidah-kebahasaan-dan-contoh-teks-berita/

Dilarang mengopy artikel ini tanpa mengedit dan mencantumkan sumbernya. Hargai kerja keras orang lain.

Unsur-unsur dan langkah-langkah membuat Karya Ilmiah lengkap dengan contoh

06:39
Unsur-unsur dan langkah-langkah membuat Karya Ilmiah lengkap dengan contohUnsur-unsur dan langkah-langkah membuat Karya Ilmiah lengkap dengan contoh - Karya ilmiah sering dilibatkan dengan mahasiswa. Tapi, tak jarang juga dilibatkan dengan anak sekolahan tingkat SMA, baik itu dalam perlombaan ataupun materi pelajaran. Sebenarnya pengetahuan tentang membuat karya ilmiah memang harus ditanamkan dari awal, untuk kesiapan mereka di jenjang yang lebih tinggi nantinya. Untuk itu, saya akan membahas lengkap semua hal tentang karya ilmiah mulai dari unsur dan langkah-langkah membuatnya.

Defenisi karya ilmiah
Karya ilmiah adalah suatu karya yang mengungkapkan hasil pengamatan, disusun dengan metode tertentu dan isinya dapat dipertanggungjawabkan.

*Itulah 3 point penting dalam defenisi karya ilmiah.

Unsur-unsur karya ilmiah
A. Bagian pendahuluan
1. Bagian pendahuluan (Berisi latar belakang, alasan pengambilan masalah, dan pentingnya masalah itu diteliti)
2. Rumusan masalah (Berisi pertanyaan yang akan dicari jawabannya dalam observasi)
3. Tujuan dan manfaat (Berisi tujuan yang akan dicapai dan manfaat yang didapat dari karya ilmiah tersebut)

B. Bagian isi
(Pembahasan masalah dengan mengungkapkan pendapat penulis, teori, temuan dari lapangan ataupun pustakaan)

C. Bagian penutup
(Kesimpulan dan saran)

Langkah-langkah membuat karya ilmiah
A. Persiapan
1. Memilih topik
2. Menentukan masalah
3. Membuat kerangka tulisan

B. Pengumpulan data
1. Melalui kepustakaan (Buku, majalah, brosur, koran dll)
2. Melalui lapangan (Wawancara, survei dll)

C. Tahap penulisan
(Setelah data terkumpul penulis mulai menyusun karya ilmiahnya)

D. Penyuntingan
(Setelah tulisan selesai, penulis memperbaiki tulisannya terlebih dahulu sebelum menyelesaikannya)

Contoh karya ilmiah



Karya Ilmiah
TINGKAT KEPEDULIAN SISWA SUKMA BANGSA TERHADAP SAMPAH
(Studi Kasus di Sekolah Sukma Bangsa Pidie)

Disusun oleh:

Kahfi Rafsanjani
Hajid Musyaffa




Sekolah Sukma Bangsa Pidie
Ds. Pineung, Kec. Peukan Baro, Kab. Pidie
Tahun 2015



Bab I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kebersihan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Semua lapisan masyarakat telah mengetahui apa pentingnya kebersihan. Nilai-nilan kebersihan telah ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat, agama dan pendidikan. Tetapi, hanya sebatas teori tanpa adanya bukti nyata.
Masih banyaknya kebiasaan membuang sampah sembarang tempat membuat negara berkembang ini semakin jauh dari ambang kemajuan. Banyak alasan yang keluar dari mulut si pembuang sampah, mulai dari jauhnya tong sampah, malas dan sebagainya.
Dari latar belakang inilah kami ingin meneliti tingkat kepedulian masyarakat Sukma bangsa terhadap sampah.

1.2 Rumusan masalah
Bagaimanakah tingkat kepedulian masyarakat Sukma terhadap sampah ?

1.3 Tujuan penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa tingkat kepedulian masyarakat Sukma terhadap sampah.

1.4 Manfaat penelitian
Manfaat yang dapat kita peroleh dari penelitian ini adalah:
1.4.1 Mengetahui seberapa tingkat kepedulian siswa Sukma Bangsa terhadap sampah.
1.4.2 Agar guru, orang tua dapat mengetahui apa penyebab siswa Sukma malas membuang sampah pada tempatnya.


Bab II
LANDASAN TEORI
2.1 Apa itu sampah
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung. (Wikipedia. 2016)


2.2 Bahaya sampah bagi kesehatan
Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menimbulkan penyakit.
Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan sampah adalah sebagai berikut:
Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum. Penyakit demam berdarah (haemorhagic fever) dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai.
Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit).
Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita (taenia). Cacing ini sebelumnya masuk ke dalam pencernakan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/sampah.

Sampah beracun: Telah dilaporkan bahwa di Jepang kira-kira 40.000 orang meninggal akibat mengkonsumsi ikan yang telah terkontaminasi oleh raksa (Hg). Raksa ini berasal dari sampah yang dibuang ke laut oleh pabrik yang memproduksi baterai dan akumulator.


Bab III
PROSES PENELITIAN
3.1 Lokasi penelitian
Penelitian ini dilakukan di Sekolah Sukma Bangsa Pidie.

3.2 Teknik pengumpulan data
Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara langsung dengan narasumber.
3.3 Cara mengolah data
Pengolahan data dilakukan dengan cara mengelompokkan setiap jawaban dari responden, dan melihat hasil dari banyaknya jawaban yang dipilih.
Dari hasil ini akan didapatkan kesimpulan Tingkat kepedulian siswa Sukma Bangsa Pidie terhadap sampah. 


Bab IV
HASIL PENELITIAN
4.1 Hasil angket

Dari 5 responden:

Pertanyaan angket
Jawaban
Persentase
Apakah anda pernah membuang sampah sembarangan ?
Pernah = 5
Tidak pernah = 0
Pernah = 100%
Tidak pernah = 0%
Seberapa sering anda membuang sampah semabrangan ?
Tidak sering = 1
Kadang-kadang = 3
Sering = 1
Tidak sering = 25%
Kadang-kadang = 50%
Sering = 25%
Apakah anda tahu kalau membuang sampah sembarangan itu dilarang ?
Tahu = 5
Tidak tahu = 0
Tahu = 100%
Tidak tahu = 0%
Bagaimana tanggapan anda jika ada yang membuang sampah didepan anda ?
Menasehatinya = 4
Memarahi = 0
Memungutnya sendiri = 1
Menasehatinya = 80%
Memarahi = 0%
Memungutnya sendiri = 20%
Apa alasan anda membuang sampah sembarangan ?
Tong sampah jauh = 2
Terbiasa = 1
Terburu-buru = 2
Tong sampah jauh = 40%
Terbiasa = 20%
Terburu-buru = 40%
Jika harapan anda terpenuhi, apakah anda masih akan membuang sampah sembarangan ?
Ya = 0
Tidak = 5
Ya = 100%
Tidak = 0%

Kesimpulan yang diperoleh diantaranya:

1. Ternyata seluruh responden pernah membuang sampah sembarangan.
2. Sebagian besar responden membuang sampah sembarangan sesekali.
3. Semua responden tahu bahwa membuang sampah itu dilarang.
4. 80% responden menasehati orang yang membuang sampah didepan mereka.
5. Sebagian besar responden membuang sampah sembarangan karena terburu-buru dan karena tong sampah jauh.


Bab V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dari penelitian ini kami mengambil kesimpulan bahwa tingkat kepedulian siswa Sukma Bangsa Pidie terhadap sampah masih rendah.

5.2 Saran-saran
Saran kami dari penelitian ini:
1. Tingkatkan kepedulian terhadap lingkungan mulai dari hal yang kecil.
2. Perbanyak pengetahuan akan bahayanya sampah.
3. Biasakan diri berada dalam lingkungan bersih.

Itulah Unsur-unsur dan langkah-langkah membuat Karya Ilmiah lengkap dengan contoh. Semoga bermanfaat bagi teman-teman.

Penulis : Kahfi rafsanjani
Editing : Kahfi rafsanjani
Dilarang mengopy artikel ini tanpa mengedit dan mencantumkan sumbernya.Hargailah kerja keras orang lain.